Dunia Sehat - Coba perhatikan, apa saja aktivitas
Anda? Belajar di meja belajar, bekerja di depan komputer, kumpul-kumpul bersama
rekan, menonton TV dan film. Semuanya dilakukan sambil duduk.
Kondisi di
Amerika Serikat bisa jadi sama dengan di Indonesia, menurut National Institutes
of Health, sekita 60 persen orang Amaeroka menghabiskan waktu dengan duduk.
Kurang bergerak saat di depan TV atau komputer ternyata menimbulkan bahaya yang
serius bagi kesehatan kita.
Berikut bahaya duduk terlalu lama bagi
kesehatan:
1. Berat badan bertambah
Duduk
sepanjang hari dan minim berolahraga membuat aktivitas fisik berkurang
akibatnya metabolisme pun melambat. Akibatnya berat badan pun cenderung naik.
2. Aliran darah ke jantung terhambat
Duduk terlalu
lama apalagi seharian membuat otot mengendur dan sirkulasi darah menurun secara
keseluruhan. Salah satu dampaknya adalah pada kaki, dimana dapat merusak gungsi
endothelialt arteri dan merusak kemampuan pembuluh darah.
3. Mengembangkan berbagai penyakit
kronis
Menurut World
Health Organization (WHO) fisik yang tidak aktif adalah salah satu penyebab
kematian pada masyarakat global. Seperti pada kanker payudara, kanker usus,
diabetes, penyakit jantung.
Duduk terlalu
lama juga terkait dengan kolesterol tinggi yang meningkatkan risiko penyakit
jantung. Dalam studi dari Ohio State University setelah duduk lama tubuh tak
mampu mengubah LDL (kolesterol jahat)
menjadi HDL (kolesterol baik) sehingga meningkatkan risiko serangan jantung hingga
30 persen.
4. Meningkatkan risiko serangan
jantung dua kali lipat
Menurut
analisi dari 18 studi terhadap 800.000 ribu partisipan, terlihat fakta yang
menunjukkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular hingga 147 persen pada
mereka yang jarang beraktivitas fisik.
5. Tingkat kematian yang lebih tinggi
Dalam sebuah
studi selama 14 tahun terhadap 53.440 pria dan 69.776 perempuan untuk
mengetahui pengaruh aktivitas duduk dan tingkat kematian. Hasilnya, partisipan
perempuan yang duduk lebih dari enam jam sehari dengan tingkat aktivitas fisik
rendah 94 persen lebih mungkin meninggal akibat penyakit kardiovaskular.
(Was/14)

0 komentar:
Post a Comment