Dunia sehat -
Tidak sedikit masyakat awam yang masih sering menyamakan antara penyakit
reumatik dengan asam urat. Padahal, sudah jelas kedua penyakit itu sangat berbeda,
walaupun keduanya memang masuk ke dalam daftar penyakit sendi.
Ketika
memeriksakan diri ke dokter, ada pasien yang terserang penyakit sendi langsung
mengatakan terkena asam urat. Padahal belum tentu, dan bisa jadi yang
dideritanya justru reumatik. Pun dengan gejalanya, sudah tentu berbeda.
Dr. Andry
Reza Rahmadi, SpPD, M. Kes, dari Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Hasan
Sadikin Bandung, Jawa Barat menjelaskan, peradangan sendi yang terjadi pada
pasien asam urat biasanya sering terjadi di kaki. Sedangkan reumatik terjadinya
di tangan.
"Untuk
asam urat, paling sering terjadi di bagian kaki. Lebih tepatnya di ibu jari.
Memang, tidak menutup kemungkinan di tangan. Tapi, paling sering selama ini
terjadinya di kaki," ujar Andry Reza.
Hal ini
disampaikan oleh pria yang juga merupakan anggota Indonesian Rheumatology
Association (IRA), dalam acara Kenali Artritis Rematoid 'Pengobatan Tepat dan
Terapi Musik Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien', the Cafe Energy, Energy
Building, Kawasan SCBD, Jakarta.
Bila peradangan
sendi untuk asam urat terjadi di tangan, biasanya yang akan sangat terasa sakit
hanya sebelah saja, tidak kedua tangan. Sedangkan untuk reumatik, sudah jelas
kedua tangan terasa kaku, bahkan memegang gelas saja sangatlah susah.
"Asam
urat kalau di tangan, sebelahnya doang yang sakit, sebelahnya lagi tidak. Yang
sakit juga satu bagian dulu. Beda dengan reumatik, yang semua sendi akan terasa
sakit," terang dia.
Kata Andry,
penyebab asam urat adalah meningginya kadar asam urat. Ini karena kurangnya
enzim tertentu, yang menyebabkan metabolisme asam urat menjadi tidak sempurna,
bahkan relatif tinggi. Bila ini terjadi, akibatnya muncullah kristal asam urat
di sendi, yang menyebabkan peradangan sendi tersebut.
Bahaya jeroan
Makanan
tinggi protein urin yang berasal dari protein hewani, salah satu contohnya
adalah jeroan yang merupakan sumber penyebab meningginya kadar asam urat.
"Maka
itu, jika ada yang menderita asam urat tinggi, jangan makan jeroan. Yang ada
semakin tinggi asam uratnya. Begitu juga dengan sayuran tertentu, seperti
kacang-kacangan, akan membuat asam uratnya meninggi," terang Andry.
"Jangan lupa, untuk mengatur pola makan, dan jangan lupakan
olahraga," tambah dia.
Memang, untuk
obat-obatan penurun asam urat banyak tersedia di apotek, atau jika Anda meminta
kepada dokter, dokter akan memberikan resepnya kepada Anda. Tapi, alangkah
baiknya untuk lebih mawas diri dengan cara membatasi asupan makan. Konsumsilah
makanan bergizi. Jeroan seperti itu memang banyak yang suka karena enak. Namun
bila kebanyakan akibatnya fatal. Ada baiknya, untuk menghindarinya sama sekali.
(Was/14)

0 komentar:
Post a Comment