Dunia Sehat -
Kelebihan berat badan, terutama pada bagian perut tak hanya memicu penyakit
obesitas, melainkan juga bisa menyebabkan masalah kesehatan lain yang lebih
berbahaya dan mematikan. Penelitian mengungkap bahwa orang berperut buncit
lebih berisiko terkena penyakit jantung serius atau terkena serangan jantung.
Meski selama
ini obesitas dan kegemukan selalu dikaitkan dengan kesehatan jantung, namun
baru kali ini peneliti menemukan bahwa kelebihan lemak di bagian perut bisa
memicu serangan jantung atau bahkan gagal jantung yang terjadi secara
tiba-tiba. Bahkan. kematian mendadak akibat serangan jantung juga banyak
terjadi pada orang berperut buncit, seperti diungkap dalam British Medical
Journal.
Bagaimana hal
ini bisa terjadi? Peneliti berpendapat bahwa perut buncit sedikit demi sedikit
akan mengurangi kualitas dan fungsi jantung secara perlahan. Pada akhirnya,
penurunan fungsi jantung ini memicu penurunan aliran darah pada tubuh, termasuk
otak, seperti dilansir oleh Daily Mail.
Melalui
penelitian yang dilakukan di Veterans Affairs Medical Center, Minnesota, pada
15.000 partisipan pria dan wanita berusia 45 sampai 64 tahun, ditemukan bahwa
lemak yang menumpuk di bagian perut lebih berbahaya dibandingkan dengan lemak
yang menumpuk di organ lainnya.
Selama
penelitian, tercatat beberapa partisipan yang meninggal akibat serangan
jantung. Mereka diketahui memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti
tekanan darah tinggi dan kolesterol yang tinggi. Namun selain itu, mereka juga
memiliki BMI yang lebih tinggi, lingkar pinggang yang lebih lebar, dan lingkar
pinggul besar yang merupakan salah satu indikasi obesitas.
Peneliti
menemukan bahwa lingkar pinggang adalah faktor yang paling mempengaruhi
terjadinya serangan jantung. Karena lingkar pinggang menunjukkan berapa banyak
lemak yang terkumpul di perut. Lemak yang berkumpul di perut lebih berbahaya
untuk kesehatan sebab bisa memicu peradangan dalam tubuh.
Jika Anda
memiliki perut yang buncit, ada baiknya untuk segera berupaya mengecilkannya
dengan berolahraga, diet, dan mengatur pola makan serta melakukan gaya hidup
sehat. (Mda/14)

0 komentar:
Post a Comment